1.15.2010

Melek bisnis vs milih bisnis



Rekan-rekan seperjuangan yang baik....:-) ,

Ini tulisan curahan hati saya yang ingin saya share dengan rekan2 dimana saja.Mudah2an cukup singkat... he he..,

Mengkilas balik perjalanan hidup saya 2 bulan terakhir ini. Setelah saya terdaftar sebagai mahasiswa ESCU, dengan dosen merangkap rektor merangkap kepala laboratorium yaitu pak Goenardjoadi. Wisuda ketika berhasil menjadi pengusaha.

Bagi saya pribadi, bergabung dalam lingkungan ini telah menghidupkan kembali api untuk berwirausaha yang setelah setahun ini meredup. Meredup setelah bangunan bisnis yang saya kembangkan antara tahun 2000 hingga 2003 ambruk menyisakan masalah keluarga dan hutang piutang. Hidup saya ditolong oleh Allah SWT dengan tanpa diduga, saya dipanggil kembali oleh kantor lama saya yang saya tinggalkan agar saya dapat fokus membangun usaha jual beli sapi saya ketika itu.

Berkumpul dengan rekan-rekan yang mempunyai semangat yang sama untuk berwirausaha -bahkan beberapa diantaranya sebenarnya sudah memiliki usaha yang bagus- membuat api semangat membangun kembali usaha sendiri menyala lagi.

Alhasil, selama sekitar 2 bulan ini ikut kuliahnya pak Goen, berinteraksi dengan rekan-rekan sesama mahasiswa ESCU membuat pikiran wirausaha saya aktif kembali. Sejak simpul mati pikiran mengembangkan usaha saya dibongkar paksa -he he- oleh pak Goen, berada ditengah-tengah rekan yang punya semangat yang sama, ditambah dorongan luar biasa dari istri tercinta, membuat mata batin saya kembali melek.

Kemana kaki melangkah saya melihat peluang usaha melambai-lambai minta dicolek. Kemana website saya kunjungi, selalu saja ada peluang usaha yang menyingkapkan kemolekannya minta didekati..

Di bawah ini beberapa contoh peluang yang saya 'lihat' setelah saya jadi mahasiswanya pak Goen. Bagi para rekan yang punya waktu membaca uraian saya yang rada panjang ini dan masih punya waktu dan tenaga untuk menuangkan komentarnya atau mungkin petunjuk atas salah satu atau dua atau semua point peluang usaha yang saya lihat, semoga jerih payah rekan dalam menuliskan komentar rekan tidaklain hanyalah akan memberikan nilai tambah kepada diri rekan sendiri karena jika sesungging senyum tulus saja dinilai sedekah oleh Allah, apalagi berbagi pengalaman atau buah pikir yang entah siapa yang tahu, dapat menjadi pendorong lahirnya seorang pengusaha handal baru di Indonesia bernama Prijosunoto ini..he.

Setelah mata batin saya melek kembali, inilah yang kembali mengkristal dalam jiwa saya:Cita-cita: memiliki usaha yang (dapat/ sudah) tidak membutuhkan keterlibatan kita terlalu banyak. Contohnya: Franchise yang handal, sewa rumah/ apartemen alaRK dan pak Budi Rachmat. Membangun bisnis seperti yang dilakukan oleh pak Goen sendiri dengan Talent Box atau Pak Purdi dengan primagamanya, pak Puspo dengan Wong Solonya juga sesuatu yang menjadi alternatif pilihan. Untuk pilihan ini istri sayalah yang akan menjadi panglimanya sementara saya mengamankan income keluarga dari bekerja sebagai E. hmm.. ide bagus bukan ya..?

Aneka bisnis yang saya 'lihat' kembali sejak menjadi mahasiswa ESCU

Bisnis Kue Basah. Dilontarkan pertama kali oleh pak Goen. Ide awal beliau adalah membuat pasukan bakul kue bersepeda. Masalah belum terjawab: bagaimana menutup kemungkinan terjadinya kehilangan sepeda/ kerugian hilang modal barang yang dibawa pebakul. Saya sudah menghubungi salah seorang relasi pak Goen yang ternyata tidak punya hubungan dengan bisnis kue. Sementara, ini jalan buntu. Keinginan untuk menjalankan bisnis kue sudah dilontarkan kepada salah seorang prospek investor. Investor tertarik dan siap mendukung. Kami yang kebingungan ketika ditanya "apa rencanamu.??". Karena ditanya begitu, muncul ide untukmembuka toko kue di sekitar Bekasi. Kalkulasi biaya investasi vs asumsi target omset penjualan belum dibuat.

Ide lainnya adalah membuka outlet penjualan kue basah di dekat kantor istri di kuningan yang memang sangat padat pegawai. Target penjualan pagi hingga siang hari. Perlu dilakukan survey ketersediaan lokasi jualan, harga sewa tempat dan harga etalase kaca. Ide juga sudah dilontarkan di milis dengan sambutan yang cukup tinggi terutama dari rekan-rekan yang berkiprahdi bidang produksi. Mereka siap mensuplai kue dalam jumlah besar. Perlu didapat informasi mengenai kemungkinan konsinyasi dan retur untuk produk yang tidak laku. Mungkin perlu ditanyakan kepada para pemain lama, apakah mereka mempunyai ide yang mungkin belum atau masih dapat dijalankan oleh kami. Klasifikasikuadran: B yang perlu dibangun alias bukan franchise.

Bisnis Komputer. Bertemu dengan pemilik 8 outlet komputer di Bekasi. Namanya Zulfikri. Zul menawarkan investasi pengadaan barang. Uang investor akan dibelikan barang yang laku dijual. Hasilnya dibagi antara investor dan pemilik usaha. Kelemahan yang ada: manajemen agak tertutup. Investor hanya bisa akses hingga tracking status barang. Resiko: uang keuntungan hasil penjualan terpakaioleh manajemen untuk membayar operasional perusahaan. Ide saya yang perlu ditindaklanjuti adalah : memberikan masukan kepada Zul untuk perbaikan dan peningkatan performa usaha seperti penampilan toko, kerapihan barang, sistem pengkodean barang, penyampaian data hasil penjualan selama usaha sudah berlangsung dan sistem tawar menawar barang yang harus bisa dilakukan olehsetiap pegawai namun dapat tetap terkontrol. Saya tertarik untuk mencari dan mengumpulkan investor karena dari pengalaman di bisnis jual beli sapi, saya agaknya cukup berbakat untuk meyakinkan orang lain. Saya mendapat bagian dari setiap keuntungan investor. Ide lain adalah saya mendapat hak untuk membiayai salah satu atau lebih outlet dengan akses penuh hingga manajemen outlet. Klasifikasi kuadran: B dan I

Bisnis Limbah plastik. Bisnis ini masih gelap total bagi kami. Yang saya ketahui sejauh ini Cuma, orang yang berbinis limbah plastik, duitnya banyak (he he..,yang berhasil tentunya). Bayangan saya tentang bisnis ini semestinya sederhana. Beli bahan baku dari para pemasok (pengumpul sampah), olah dengan mesin khusus hingga menjadi pelet, jual deh ke pabrik plastik besar. Tapi dari milis, ada salah seorang yang mencoba menjalankan bisnis ini dan menyatakan diri gagal karena dikadalin partnernya. Informasi lain yang saya dapat : dulu waktu kerjadi perusahaan asuransi, banyak menemui pabrik2 yang menerima kredit dari BRI. Salah satunya adalah pengusaha yang memproses bijih plastik yang kelihatan sekali maju usahanya (dari kerennya bangunan pabriknya dan besarnya modal yangdikucurkan BRI ketika itu). Kedua, pernah dalam suatu penerbangan ke Surabaya, dapet temen duduk yang pengusaha berhasil di bidang perbijihan plastik ini. Beliau juga menceritakan asiknya main di bisnis ini. Ketiga, pak Goen cerita adiknya bisnis ginian dan belum lama ini beli rumah 2 M.. Saya Cuma bisa gedek2 kepala. Klasifikasi Kuadran: S

Bakso Rusuk. Bertemu dengan pak Domo pemilik 2 outlet bakso rusuk di bekasi. Dari kedua outlet, terlihat keseragaman penampilan outlet baik dari warna dominan, merek, dan gaya bangunan ruang makan. Menurut pak Domo, bakso rusuk belum di franchise-kan. Pak Domo sendiri menjelaskan bahwa originator dari BaksoRusuk berkedudukan di Solo. Karena pertemanan sajalah, pak Domo bisa membuka Bakso Rusuk di Bekasi. Merek belum didaftarkan. Saya menjelaskan kepada pak Domo bahwa sebaiknya merek didaftarkan untuk meniadakan resiko pembajakan. Saya jugamenjelaskan bahwa saya memiliki usaha jasa konsultan waralaba (bersama pak Goen tentunya :-p). Saya sangat tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai prospek bisnis Bakso Rusuk termasuk catatan omset selama ini. Kunjungan ke Solo untuk bertemu dengan pemilik Bakso Rusuk di sana merupakan ide untuk langkah selanjutnya karena dari pak Domo, tidak diperoleh kejelasan apakah saya dapat juga membuka outlet Bakso Rusuk di tempat lain. Klasifikasi kuadran: B

Garansi Banjir. Produk Garansi banjir ini dimaksudkan untuk perumahan2 yang rawan banjir di seluruh Indonesia (Jabodetabek-lah). Maksudnya adalah saya membuat disain sistem drainase untuk kawasan perumahan sedemikian rupa sehingga bisa memberikan jaminan tidak banjir setelah desain dikerjakan. Kalau terjadi banjir setelah desain dibuat, asuransi akan membayar sejumlah ganti rugi. Secara teknis hal ini dimungkinan tentunya dengan syarat dan kondisi yang disepakati baik parameter penyebab banjir hingga besarnya nilai jaminan yang harus ditanggung perusahaan asuransi. Sudah dibicarakan di manajemen kantor saya. Hasilnya, saya dipersilahkan menggarap ini dibawah bendera kantor saya sekarang. Rencananya, jika ini berhasil, saya akan mengajukan permintaan untuk mendapatkan saham dari setiap proyek Garansi Banjir ini. Kalau nggak dapet, resign, bikin perusahaan sendiri. Alternatif lainnya, keluar ajah dan langsung bikin perusahaan sendiri setelah dapet 2-3 proyek terealisir. Klasifikasi kuadran: S

Mie/Nasi Goreng. Ngobrol dengan tukang mie rebus yang keluyuran tiap malem di komplek rumah saya. Hasilnya, omset mereka rata2 "Cuma" Rp 125 ribu per malam. Keuntungan sekitar 50rb. Perbulan jadi dapet 1,5 juta. Lumayan juga ya buat seorang tukang mie rebus. Kerja mulai jam 19 s.d. rata2 jam 23. Muncul ide: bikin gerobak mie, cari tukang untuk jualan mie. Dalam sebulan, 1 jt untuk ybs, 500rb untuk P. Bikin aja 20 gerobak, dpt deh 10 jt sebulan. Resiko: gerobak bisa hilang dicuri dengan mudahnya. Gimana ya cara ngamaninnya? Terpikir untuk mendisain sistem bagi hasil sedemikian sehingga operator bisa memiliki gerobak tersebut. Saya jalan terus memproduksi gerobak dan mencari operator2 baru untuk itu. Ini pendekatan kemanusiaan. Mosok sih, udah dipikirin supaya mereka bisa memiliki gerobak masih nyolong juga? Hmm...., sayangnya pengalaman menunjukkan kita tidak bisa mengandalkan kejujuran orang lain. Kita tidak pernah tahu masalah hidup orang lain. Buat kita gerobak 1 juta nilainya besar sekali karena duitnya dari investor sementara operator mikir, ah, gerobak 1 juta pasti sedikit buat pak Prijo.. Liat aja, gerobaknya dia aja ada 20 di gudang. Kalo saya ambil gerobaknya 1 aja pasti pak Prijo akan tetep banyak duit, toh pasti beliau akan ikhlas kalau dia tahu saya ambil gerobaknya ini untuk saya jual karena butuh bayar biaya rumah sakit anak saya..:-S_ Klasifikasi kuadran: S

Bisnis voucher. Nemu penawaran bisnis voucher electronic di internet. Masih gelap juga soal ini. Tapi sistem MLMnya menarik banget. Katanya sistem Spill Over apa gitu. Pokoknya yang kalau ada orang baru bergabung, otomatis dia akan dimasukkan dalam group di bawah kita secara otomatis. Pengen tanya sama rekan2 di milis, gimana sih lika-liku bisnis ini. Pikiran P sih, sederhana banget. Beli voucher, jual ke rekan pemakai, tawarin mereka untuk juga jadi agen. beres deh.Tapi nggak tau ya soal harga apakah terpaut jauh dengan harga di luaran mengingat pasti mereka harus sediakan margin untuk bonus upline ya..? Trus, soal spill over nya itu masuk akal nggak sih ya? Saya itung-itung kok nggak sih ya..?Tapi bisnis lewat internet yang sangat terotomatisasinya itu menggiurkan banget ya? Ada yang sudah pernah punya pengalaman? Klasifikasi kuadran: B

Bisnis alat anti ledakan. Ini saya dengar pertama kali dari bu Goenarni. Produk sudah dibeli. Ready stock. Masalahnya di pemasaran. Katanya alat ini belum memasyarakat sehingga kebutuhan akan alat ini masih rendah. Bu Goen berpendapat teknik menjual barang ini adalah dengan one on one karena penjelasannya harus sesuai dengan pertanyaan yang muncul dari prospek. Kalo nggak, prospek akan sulit mengerti cara kerja alat dan ujung2nya Cuma liat2 doang. Saya teringat ide untuk memasarkan itu lewat internet mengandalkan sistem kerja internet karena internet bisa di otomatisasi dan bisa kerja 24 jam dan menjangkau seluruh dunia. Klasifikasi kuadran: S

lalu B Kripik Buah. Ini punya teman kuliah saya. Namanya Syahrial. Dia dulu pernah sempat ekspor sampai ke luar negeri segala. Entah kenapa usahanya berenti. Sekarang dia mulai lagi. Saya sedang minta proposal investasinya dan akan atur waktu untuk tatap muka. Klasifikasi kuadran: I, S dan B

Furniture
. Ini bisnis yang pernah saya geluti. Bayangannya adalah dengan membuat showroom lengkap furnitur untuk rumah mulai kursi taman, kursi tamu, mejamakan, bedroom set, kitchen set sampai lemari2. Kalau berhasil masuk pangsa pasar menengah atas, margin keuntungan bisa bagus sekali. Klasifikasi kuadran: S

Rumah Tahan Gempa. Belum jelas benar ini bisa jadi bisnis apa. Yang jelas, halini mungkin menarik untuk jadi lahan garapan kantor tempat saya bekerja sekarang. Akan saya usahakan untuk mempelajari aspek teknis maupun bisnisnya kepada pemilik merek dagang ini.

1 comment:

  1. Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk investasi yang lebih besar? Pinjaman untuk ekspansi bisnis? Pinjaman untuk investasi baru? Pinjaman untuk melunasi utang jangka panjang dan tagihan. Cari tidak lebih, kita pemberi pinjaman dalam hubungannya dengan bank dan jaminan penawaran yang transparan, menawarkan pinjaman dengan bunga rendah, non agunan. Kami di sini untuk menempatkan dan mengakhiri kemiskinan dan pengangguran, karena setiap orang memiliki / potensi sendiri. Hubungi kami hari ini dan Anda akan menjadi salah satu pelanggan kami yang terhormat. Email: gloryloanfirm@gmail.com Terima kasih sudah datang.

    ReplyDelete